BAHAYA TAKABBUR

تلك الدار الآخرة نجعلها للذين لا يريدون علوا في الأرض
ولا فسادا والعاقبة للمتقين

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS 28:83)

ولا تصعر خدك للناس ولا تمش في الأرض مرحا إن الله لا يحب كل مختال فخور

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS 31:18)

Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka. Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”. Berkatalah orang- orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar”. Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).” (QS 28:78-81)

الكبر بَطْرُ الحَقِ و غَمْطُ الناس

“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan melecehkan orang.”

(HR Muslim)

حَدِيثُ حَارِثَةَ بْنِ وَهْبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ قَالُوا بَلَى قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَعِّفٍ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ ثُمَّ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ قَالُوا بَلَى قَالَ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ *

“Diriwayatkan daripada Harithah bin Wahab r.a katanya: Aku mendengar Nabi s.a.w bersabda: Inginkah kamu aku beritahu tentang ahli Syurga? Para Sahabat menjawab: Ya! Rasulullah s.a.w bersabda: Mereka semua adalah orang yang lemah dan merendah diri, seandainya mereka bersumpah kerana Allah nescaya Allah akan memperkenankannya. Kemudian baginda bersabda lagi: Inginkah kamu aku beritahu tentang ahli Neraka? Mereka menjawab: Ya! Baginda bersabda: Mereka semua adalah orang yang selalu diagung-agungkan dan bermegah-megah serta sombong .”

(HR Bukhari dan Muslim)

Kesombongan terbagi kepada batin dan zhahir. Kesombongan batin adalah perangai dalam jiwa, sedangkan kesombongan zhahir adalah amal-amal perbuatan yang lahir dari anggota badan. Apabila nampak di dalam anggota badan maka disebut berlaku sombong (takabbur), tetapi apabila tidak tampak maka disebut kesombongan (kibr). Seseorang tidak bisa takabbur kecuali adanya orang lain dimana ia memandang dirinya di atas orang lain tersebut menyangkut berbagai sifat kesempurnaan. Kesombongan berbeda dari ‘ujub karena ujub tidak menuntut adanya orang lain untuk diujubi, bahkan seandainya manusia tidak diciptakan kecuali satu orang bisa saja ia menjadi orang yang ujub.

1) Definisi sombong (takabbur):

“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan melecehkan orang.”

(HR Muslim)

2) Hakikat dan keburukannya:

Kesombongan menjadi penghalang masuk sorga karena ia menghalangi seorang hamba dari semua akhlaq yang seharusnya disandang oleh seorang mu’min, sedangkan akhlaq-2 itu merupakan pintu-2 surga sedangkan kesombongan merupakan penutup pintu-2nya.

Seburuk-buruk kesombongan adalah yang menghalangi dari mendapatkan manfaat ilmu, menerima kebenaran dan mengikuti kebenaran. Perhatikan QS 39:72 dan 19:69 dan 16:22 dan Saba’:31 dan 7:146. (Lengkapnya baca “Mensucikan Jiwa” halaman 228 hingga 230)

3) Pihak yang disombongi dan tingkatannya:

Pertama: Sombong kepada Allah; merupakan bentuk kesombongan yang paling keji. Penyebabnya adalah kebodohan dan pembangkangan. Contoh: Namrud dan Fir’aun. Perhatikan QS Fathir 60 dan 4:172 dan 25:60.

Kedua: Sombong kepada para rasul; merupakan keengganan jiwa untuk mematuhi para rasul karena “hanya” berupa manusia biasa seperti diri mereka sendiri. Perhatikan QS AlMu’minun 47 dan 36:15 dan al-Mu’minun 34 dan 25:21 dan 43:53 dan 28:39 dan 43:31.

Ketiga: Kesombongan kepada hamba; yaitu dengan menganggap diri lebih terhormat dan melecehkan orang lain sehingga tidak mau patuh kepada mereka, meremehkan mereka dan tidak mau sejajar dengan mereka.

(Untuk lengkapnya butir 3 bacalah “Mensucikan Jiwa” halaman 231 hingga 233)

4) Penyebab-2nya:

1. Ilmu Pengetahuan

2. ‘Amal dan Ibadah

3. Nasab keturunan

4. Kecantikan

5. Harta kekayaan

6. Kekuatan dan keperkasaan

7. Pengikut, pendukung, murid, pembantu, keluarga, kerabat dan anak (baik kandung maupun buah)

Untuk lengkapnya bacalah “Mensucikan Jiwa” halaman 233 hingga 238.

5) Lawannya:

At-tawaadlu’. Lihat “Mensucikan Jiwa” halaman 238 hingga 242.

6) Mengobati Takabbur dan mencapai Tawadlu’

Lihat “Mensucikan Jiwa” halaman 242 hingga 245.

Merujuk kitab “Mensucikan Jiwa” karya Sa’id Hawwa, maka kita dapati dari halaman 243 hingga 245 terdapat lima bentuk pengujian diri (imtihan) yang dapat membantu seseorang mendeteksi apakah dirinya sombong atau tidak. Kelima imtihan tersebut adalah sbb:

1) Hendaklah ia mengkaji permasalahan dengan salah seorang temannya. Jika sesuatu kebenaran terungkap dari lisan temannya kemudian ia merasa berat untuk menerima, mematuhi, mengakui dan mensyukurinya atas peringatan, pemberitahuan dan pengungkapan kebenaran tersebut, maka hal itu menunjukkan bahwa di dalam dirinya ada kesombongan yang tertimbun sehingga ia harus takut kepada Allah karena adanya kesombongan tersebut dan berusaha mengobatinya.

2) Hendaklah ia mengadakan pertemuan dengan teman-teman dan handai taulan di dalam berbagai acara kemudian mendahulukan mereka atas dirinya, berjalan di belakang mereka, dan duduk di bangku depan di bawah mereka. Jika ia merasa keberatan terhadap hal tersebut berarti ia orang yang sombong, sehingga ia harus senantiasa membiasakan dengan paksa pengujian tersebut hingga rasa berat itu hilang dari dirinya. Dengan demikian kesombongan akan terkikis.

3) Hendaklah ia memenuhi undangan orang miskin dan berjalan ke pasar untuk membantu keperluan orang-orang miskin dan kerabat. Jika ia merasa berat melakukannya maka hal itu adalah kesombongan, karena poerbuatan-perbuatan tersebut termasuk akhlaq yang mulia dan berpahala besar, sehingga keengganan jiwa untuk melakukannya tidak lain adalah karena kotoran yang ada di dalam batin.

4) Hendaklah ia membawa sendiri keperluan dirinya, keperluan keluarganya dan kawan-kawannya dari pasar ke rumah. Jika jiwanya enggan melakukannya maka hal itu adalah kesombongan atau riya. Jika ia merasa berat sekalipun di jalan yang sepi maka hal itu adalah kesombongan, tetapi jika ia merasa berat melakukannya kecuali disaksikan banyak orang maka hal itu adalah riya. Semua itu termasuk penyakit hati yang membinasakannya jika tidak segera disusuli dengan pengobatan.

5) Hendaklah ia (sekali-sekali) memakai pakaian yang murahan dan kasar, karena keengganan jiwa terhadapnya di hadapan umum merupakan riya dan di tempat sepi merupakan kesombongan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: