MEMBASMI KORUPSI

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta`ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS.  al-Isra: 16)

Salah satu penyakit berbahaya yang menjalar di seluruh seantero negeri ini adalah korupsi. Bersama penyakit kolusi dan nepotisme, korupsi telah menjadikan Indonesia negara miskin yang nyaris bangkrut. Sayangnya, usaha pemberantasan korupsi selalu mentok dan gagal. Hal ini disebabkan kepiawaian para koruptor membeli dan mempermainkan hukum. Para pemimpin negeri ini sangat lemah, tidak memiliki ketegaan terhadap mereka; bahkan sebenarnya mereka pun sudah terjerumus pada praktek  kotor yang dipelopori para koruptor sehingga orang yang bajunya kotor tidaklah mungkin membersihkan kotoran di baju orang lain. Orang yang berada di dalam lumpur tentu sangat sulit menyelamatkan orang lain… Demikian juga keadaan para pemimpin di negeri ini. Alih-alih memberantas korupsi, mereka sendiri terjebak dalam perbuatan kotor itu.

Sejauh manakah kejahatan korupsi? Siapa saja pelakunya? Korupsi terbesar dilakukan penguasa yang menyalahgunakan kekuasaannya. Ketika berkuasa dia memanfaatkan kekuasaan tersebut untuk memperkaya diri. Mereka biasanya berkolusi dengan para pengusaha (konglomerat) yang akan memberikan sejumlah keuntungan kepada mereka dalam bentuk sogokan. Karena itu orang sering menyebut bahwa kekuasaan identik dengan uang dan kekayaan. Orang-orang berebut kekuasaan demi memperkaya diri dan mencari keuntungan duniawi.

Korupsi termasuk kejahatan yang sangat merugikan masyarakat.  Tetapi jarang orang yang mau peduli. Karena korupsi dilakukan secara diam-diam atau tersembunyi dan kejahatannya tidak langsung dirasakan orang lain. Lain halnya jika seorang pencuri mengambil milik orang lain yang konkrit. Misalnya ada pencuri ayam yang tertangkap basah, mungkin semua masyarakat akan marah dan langsung memukulinya. Sang koruptor bisa tersenyum santai meskipun dia telah menggasak uang yang bila dibelikan ayam dia bisa memperoleh sejuta ekor ayam. Si maling ayam babak belur dihajar masa tetapi sang koruptor uncang-uncang kaki. Si maling ayam hanya merugikan satu keluarga pemilik ayam yang dicurinya tetapi sang koruptor merugikan ribuan rakyat miskin yang kehingan haknya…..

Korupsi sebenarnya pencurian juga tetapi pencurian yang amat canggih. Di dalam korupsi yang dicuri adalah hak publik yang secara curang dan licin diselewengkan untuk kepentingan pribadi. Contoh, pejabat yang diberi wewenang untuk menyalurkan dana kepada masyarakat; ternyata dana itu digunakan untuk kepentingan pribadi atau golongannya. Pencuriannya tersamar, bahkan dia bisa membuat bukti-bukti palsu   untuk menunjukkan bahwa dana itu telah sampai ke masyarakat. Padahal ketika dicek di masyarakat, dana memang tidak sampai….

Banyak hadits Rasulullah SAW yang mengingatkan kaum muslimin agar tidak berdiam diri terhadap perkembangan kemunkaran yang terjadi dihadapannya dan memotivasi mereka agar berupaya sekuat tenaga sesuai dengan kemampuannya untuk mebasmi segala bentuk kezhaliman, kemunkaran, dan penyimpangan dari ajaran-ajaran Allah.

“Hendaklah kamu menyuruh berbuat kebaikan dan melarang perbuatan kemungkaran, atau Allah akan memberikan kekuasaan kepada orang-orang yang jahat di antara kamu kemudian orang-orang baik di antara kamu berdoa lalu ia tidak dikabulkan doa mereka.

“Sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa sebagian orang disebabkan dosa-dosa orang banyak, sehingga mereka melihat perbuatan yang munkar di hadapan mereka sedang mereka mampu untuk mengubahnya tetapi mereka tidak mengubahnya.”
“Orang yang mati syahid terbaik adalah Hamzah bin ‘Abdul Muththalib. Kemudian orang yang mau mendatangi penguasa yang zhalim lalu menyuruhnya berbuat kebaikan, melarangnya dari berbuat kemungkaran lalu penguasa itu membunuhnya atas hal itu.
‘Jihad yang paling utama adalah mengucapkan kata-kata yang benar pada penguasa yang zhalim.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: